Jumat, 02 Agustus 2019

Sejarah Singkat Achmad Baiquni, Dirut Anyar BNI

Selaku Dirut baru Bank Negara Indonesia (BNI) sejarah tentang Achmad Baiquni memang nampaknya harus diketahui.


Pria yang lahir pada tahun 1957 itu ternyata sudah memperoleh gelar Sarjana Ekonomi (S1) dari Universitas Padjadjaran dan Sarjana (S2) dari Business Management, Asian Institute of Management, Makati, Filipina.

Achmad Baiquni juga pernah diangkat dalam RUPS tanggal 17 Maret 2015 sebagai Direktur Utama BNI dan mendapat persetujuan dari OJK pada 16 April 2015.

Achmad Baiquni memang memiliki sejarah panjang di dunia keuangan, utamanya perbankan.
Berikut adalah sejarah singkat yang membahas tentang sepakterjang dari Dirut BNI yang baru,Achmad Baiquini.

Achmad Baiquni adalah seorang Warga Negara Indonesia dengan usia 57 tahun. Diangkat sebagai Direktur Keuangan BRI sejak tanggal 20 Mei 2010. Memulai karir perbankan di PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk sejak tahun 1984. Sebelumnya pernah menduduki beberapa jabatan manajerial, diantaranya adalah Direktur Bisnis Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah, Direktur Korporasi, Direktur Konsumer, dan Pemimpin Divisi Pengelolaan Bisnis Personal.

Sebelum diangkat menjadi direktur utama BNI, Achmad Baiquni pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan PT BRI Tbk (2010 - 2015), Direktur Bisnis Usaha Kecil Menengah dan Syariah PT BNI Tbk (2008-2010), Direktur Korporasi PT BNI Tbk (2006 – 2008) dan Direktur Konsumer PT BNI Tbk (2003-2006).

Soal pendidikan, Achmad Baiquni meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Padjadjaran, Bandung (1982) dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management, Makati, Filipina (1992). Telah mengikuti beberapa pelatihan, kursus dan seminar perbankan termasuk Risk Management in Retail Banking – BSMR (Belanda); Executive Training for Director – The Wharton School of The University of Pennsylvania (Amerika Serikat); Bank Indonesia’s Executive Risk Management Certification – BSMR (Singapura); Retail Banking Conference – LAFERTY (Singapura); Asian Bankers Surveyor Program – Bank of New York (New York); dan SESPIBANK – IBI (Jakarta). Mewakili BRI dalam berbagai roadshow maupun conference di London, New York dan Singapura.

Editor : Emi
Sumber: Republika.co.id

Program Mudik Bareng BNI Sukses Berangkatkan Ratusan Pemudik dari Kalangan Difabel


Direktur Utama BNI, Achamd Baiquni mengatakan dengan diadakannya kembali Program Mudik Bareng BNI tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Dikatakan berbeda oleh Achmad Baiquni karena target tahun ini menargetkan untuk kalangan difabel.

"Secara khsusus tahun ini kita berangkatkan difabel, baru tahun ini. Alasannya, kami melihat bahwasanya kepada warga ini perlu kita berikan alokasi, kita merekrut pegawai juga ada difabel," tutur Baiquni saat ditemui di GBK, Sabtu (1/6/2019).

Untuk saat ini Baiquni membeberkan sudah sebanyak 250 orang difabel yang sudah berhasil untuk diberangkatkan ke kampung halaman. Rata-rata kampung yang dituju para difabel ini adalah tujuan Jawa Tengah seperti Solo dan Yogyakarta.

Keberhasilan BNI untuk bisa memberangkatkan para kalangan difabel ini dengan dilakukannya system jemput bola yang pelaksanaan programnya dengan bekerjasama dengan berbagai yayasan.

"Difabel ini ada macam-macam, ada dari tuna rungu, tidak netra, dan sebagainya. Jadi mereka sekitar 5 bus. Namun dalam pelaksanaanya tidak kita jadikan satu, kita campur dengan yang bukan difabel," lanjut Achmad Baiquni.

Keberhasilan dari Program Mudik Bareng BNI ini disambut positif dari salah satu difabel bernama Rahmawati (48), dirinya mengaku senang dengan adanya program mudik yang melibatkan difabel ini. Wati sapaan kerapnya juga mengakui bahwa dirinya sudah lama tidak pulang ke kampungnya yang berada di Solo.

"Sudah lama tidak bertemu saudara di Solo, apalagi saat lebaran, jadi ini saya bersyukur banget bisa dibantu. Sudah tiga tahunan tidak ke Solo," ucap dirinya.

Diceritakan oleh Wati bahwa untuk bisa mengikuti program yang di adakan oleh Bank BNI ini tidaklah sulit. Cara yang harus dilakukan hanya dengan menyerahkan identitas diri dan keluarga, maka dia sudah bisa mendapatkan kursi mudik gratis.

"Bagus lagi selama perjalanan kita juga dijamin asuransi. Jadi saya dan keluarga saya tenang dan senang bisa akhirnya merasakan mudik," pungkas dia.

Pada saat bulan Ramadhan, Bank BNI Berhasil memberangkatkan setidaknya 11.343 pemudik atau sekktar 13% lebih tinggi dari yang sudah ditargetkan, karena pada target awal Achmad Baiquni hanya menargetkan sebanyak 10.000 pemudik saja.

Program Mudik Bareng BNI sendiri adalah bentuk dukungan terhadap Program Mudik Bareng Kementerian BUMN.

Direktur Utama BNI Achamd Baiquni serta jajaran direksi dan komisaris BNI diketahui juga hadir dalam melepas ribuan pemudik bus pada acara tersebut.

Baiquni menuturkan, pencapaian sebanyak 11.343 pemudik merupakan kebanggaan bagi BNI yang telah mempersiapkan program ini dengan Tema 'Mari Lipatgandakan Kebaikan'.

Tema tersebut menjadi begitu tergenapi karena kebutuhan moda transportasi belasan ribu pemudik, termasuk pemudik difabel terpenuhi. Adapun tujuan keberangkatan bus pada hari ini yaitu Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Purwokerto, Solo, Surabaya, Lampung, Palembang, dan Padang.

Baiquni juga mengatakan, tingginya antusiasme tersebut menjadi motivasi bagi BNI untuk terus menyediakan tidak hanya produk dan layanan perbankan yang terbaik, melainkan moda transportasi untuk kebutuhan kegiatan mudik. BNI juga membekali pemudik dengan tumbler untuk membantu mengurangi sampah dan turut melestarikan lingkungan.

Sumber: Liputan6

Kamis, 01 Agustus 2019

Bank BNI Mendapatkan Kuntungan Mencapai Rp 3.32 Triliun, Pada Kuartal 1 2017

Hasil gambar untuk bank bni
Google.com/ Bank BNI

 Achmad Baiquni, Direktur PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berhasil mencetak kinerja keuangan yang gemilang di tiga bulan pertama tahun ini. Perseroan sukses meraup keuntungan Rp3,32 triliun meningkat 8,5% dari periode yang sama tahun lalu dengan dipimpin oleh Direktur Utama BNI beserta karyawan lainnya.

Achmad Baiquni Direktur Utama BNI, mengatakan bahwa kenaikan ini ditopang oleh fungsi intermediasi perusahaan yang tetap solid dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor ekonomi produktif, terutama infrastruktur. Achmad Baiquni  berkeyakinan pembiayaan pada sektor infrastruktur merupakan pilihan terbaik karena selain turut mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat dan memperluas pembangunan infrastruktur, juga memberikan berkah bagi bisnis  PT Bank Negara Indonesia (BNI) secara keseluruhan.

Achmad Baiquni mengatakan pertumbuhan positif utnuk Bank BNI sejalan dengan langkah untuk mengelola risiko dengan melakukan restrukturisasi kredit. Hingga Maret 2017, ratio kredit yang direstrukturisasi terhadap total kredit menurun dari 8,0% pada akhir tahun 2016 menjadi 7,8% pada kuartal l 2017.”

Dengan menyalurkan kredit ke infrastruktur, BNI akan mendapatkan  peluang pengembangan bisnis penting dari supply chain financing mulai dari hulu ke hilir. Sehingga memunculkan sumber-sumber pendanaan baru dan fee based income baru dari segmen korporat, antara lain dari syndication feetrade finance, garansi bank, hingga cash management fee," ungkapnya di Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Bank BNI Perolehan laba juga ditopang oleh pendapatan nonbunga yang naik 14,2%, dari Rp 1,96 triliun pada Kuartal pertama 2016 menjadi Rp2,23 triliun pada Kuartal satu 2017, didukung oleh kenaikan fee based income dari trade finance, pengelolaan rekening, bisnis kartu, transaksi ATM, dan sumber pendapatan nonbunga lainnya.

Sebagai catatan perolehan laba bersih BNI terbentuk oleh pendapatan bunga bersih (NII) yang naik 12,3% dari Rp 6,91 triliun pada Kuartal pertama 2016 menjadi Rp7,76 triliun pada Kuartal pertama tahun ini. Pencapaian Nll tersebut mendukung net interest margin (NIM) tetap terjaga pada level 5,6%